Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak Gelar Lomba Seni Tari Kreasi Tradisional, Angkat Kearifan Lokal Angklung Buhun

Selebriti 05 Oct 2026 12:18 • 2 min read • 16 views • By Redaksi

Share berita ini

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak Gelar Lomba Seni Tari Kreasi Tradisional, Angkat Kearifan Lokal Angklung Buhun
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak Gelar Lomba Seni Tari Kreasi Tradisional, Angkat Kearifan Lokal Angklung Buhun LEBAK, 05 OKTOBER...

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak Gelar Lomba Seni Tari Kreasi Tradisional, Angkat Kearifan Lokal Angklung Buhun

 

LEBAK, 05 OKTOBER 2026 —

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak menyelenggarakan Lomba Seni Tari Kreasi Tradisional yang mengangkat kekayaan budaya asli daerah, salah satunya kesenian Angklung Buhun.

 

Angklung Buhun merupakan warisan budaya masyarakat agraris tradisional Sunda yang masih lestari dan diwariskan secara turun-temurun di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Kesenian ini hidup di tengah masyarakat adat, khususnya di kawasan Kanekes (Baduy) dan Kasepuhan Banten Kidul.

 

Terbuat dari bambu, Angklung Buhun memiliki ciri bunyi khas dengan laras pentatonik salendro. Dalam bentuk tradisionalnya, alat musik ini umumnya memiliki tiga tabung bambu dan dimainkan secara bersama-sama, sehingga melahirkan alunan musik yang sederhana, khas, dan harmonis.

 

Kesenian ini tak sekadar hiburan, melainkan menyatu erat dengan kehidupan bertani padi masyarakat setempat. Angklung Buhun ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat, salah satunya saat ritual Ngaseuk — tradisi menanam padi di huma maupun sawah. Bagi masyarakat yang memegang kepercayaan Sunda Wiwitan, tradisi ini juga sarat makna penghormatan kepada Nyi Pohaci, sosok yang dipercaya berkaitan dengan kesuburan dan asal-usul padi.

 

Lebih dari sekadar alat musik, Angklung Buhun menjadi simbol kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta kearifan lokal masyarakat Sunda. Keberadaannya adalah bagian penting dari identitas budaya Lebak yang perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

Melalui lomba ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak berharap budaya lokal kian dikenal, dicintai, dan lestari di tengah perkembangan zaman.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Lentera Banten