Akademisi & Advokat Cecep Azhar Anak Gunung Krakatau adalah Laboratorium Alam
Komplek krakatau merupakan bukti nyata proses alami yang berjalan tanpa campur tangan manusia menjadikan simbol kemurnian hukum alam (Laboratorium Alam).
Anak krakatau lahir dari reruntuhan letusan dahsyat krakatau purba tahun 1883, ini menggambarkan bahwa kehidupan dan bentuk baru selalu bisa bangkit dari kehancuran total.
Erosi dan runtuhnya sebagian tubuh gunung pada tahun 2018 menunjukkan betapa kecil dan rentannya manusia dihadapan kekuatan alam.
Status anak gunung krakatau saat ini berada di level III (siaga) setelah mengalami erupsi menerus sejak jumat 4 september 2026, terus menunjukkan aktivitas vulkanik berupa letusan dan fenomena lava fountain (air mancur lava) yang disertai suara gemuruh serta dentuman, hujan batuan vulkanik dan debu berserakan diwilayah yang terkena imbasnya dari pos pemantauan.
Pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi memperingatkan adanya lontaran material pijar, batuan vulkanik, abu, dan gas konsentrasi tinggi disekitar kawah.
Masyarakat dan wisatawan serta para nelayan yang mencari ikan untuk tidak mendekati kawah atau beraktivitas dalam radkus yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat.
Mari kita semua berdoa kepada allah SWT untuk keselamatan warga disekitar yang berdekatan wilayahnya dengan anak gunung krakatau yang sedang aktif erosi vulkanik agar aktivitas vulkanik tersebut segera mereda.
" Dengan menyebut nama allah yang bersama nama-nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan dilangit yang dapat mencelakan. Dialah yang maha mendengar lagu maha mengetahui.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles